Kembali Mempercayai Vaksinasi

Kembali Mempercayai Vaksinasi

Sepanjang sejarah peradaban, manusia dihadapkan dengan berbagai penyakit endemik mematikan yang seakan tidak ada ujungnya. Ebola, polio, kolera, dan masih banyak lagi, terus menyerang manusia dan manusia selalu muncul dengan caranya untuk bertahan hidup.

Lanjutkan membaca “Kembali Mempercayai Vaksinasi”
Keterbukaan Data Biodiversitas dalam Publikasi Ilmiah

Keterbukaan Data Biodiversitas dalam Publikasi Ilmiah

Salah satu konsekuensi dari diresmikannya UU Sisnas Iptek No 11 tahun 2019 adalah diwajibkannya menyimpan data dalam repositori yang terintegrasi secara nasional. Ada sanksi administrasi berlaku bagi pelanggar, namun masih banyak peneliti Indonesia yang mau membuka datanya. Sebagian besar kekawatiran ini perlu diatasi dan dipahami jika kita ingin menyukseskan sains terbuka di Indonesia. Saya ingin bicara dari disiplin ilmu saya: bagaimana posisi data biodiversitas?

Lanjutkan membaca “Keterbukaan Data Biodiversitas dalam Publikasi Ilmiah”
Tidak Semua Bumbu Masakan Kita “Pribumi”

Tidak Semua Bumbu Masakan Kita “Pribumi”

Ada diskusi lucu tentang kuliner mana yang paling Indonesia, dan apa yang saya temukan dari membandingkan resep soto seharusnya mengingatkan kita semua kalau budaya kita adalah hasil pertemuan begitu banyak budaya. Tulisan ini adalah hasil saya berkelana di internet mencari tahu asal domestikasi dan persebaran bahan pangan yang banyak dipakai di Indonesia, dengan harapan menyemangati pembaca untuk tertarik memahami keterhubungan kita dengan berbagai bangsa yang terjadi hingga ke dalam isi perut kita.

Lanjutkan membaca “Tidak Semua Bumbu Masakan Kita “Pribumi””
Sejauh Apa Kita Harus Berbagi Informasi?

Sejauh Apa Kita Harus Berbagi Informasi?

Semakin hari, semakin saya mengamini pernyataan Thomas Friedman bahwa laju perkembangan teknologi jauh lebih cepat dari evolusi moral manusia tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan dengannya. Kita bisa promosi dagangan teman lewat medos sekaligus membagi aibnya lewat akun anonim. Berbagi informasi, meskipun tampak sederhana, punya konsekuensi yang luar biasa untuk mengarahkan perkembangan peradaban kita.

Lanjutkan membaca “Sejauh Apa Kita Harus Berbagi Informasi?”

Saintis: Elitis atau Buruh?

Beberapa waktu lalu, staf akademik universitas saya mogok kerja untuk mendapatkan keadilan terkait uang pensiun mereka. Banyak ulasan tentang bagaimana kontrak kerja berbasis proyek di universitas tidak memberikan keamanan ekonomi untuk banyak staf yang tidak berasal dari golongan ekonomi mampu. Mengapa sekarang menjadi akademisi tampak seperti perjuangan kelas setelah sekian lama menjadi kemewahan aristokrat?

Lanjutkan membaca “Saintis: Elitis atau Buruh?”

Ekonomi rasa iba

Kapan terakhir kali media sosial saya dilewati suatu akun yang berjualan nasi goreng? Kemarin. Beberapa waktu lalu, cilok. Adik saya sendiri di Semarang sedang mengusahakan kopi susu dari susu kambing dari peternakan ibu saya. Tampaknya banyak sekali yang berjualan makanan di Indonesia sejak pandemi menyerang. Kapan kira-kira pasar penjualan makanan daring ini akan jenuh?

Lanjutkan membaca “Ekonomi rasa iba”