Three Days Down To Earth

Sebelumnya perlu diberitahukan bahwa ada 60 anak dan 6 guru dari seluruh penjuru Indonesia yang akan mengikuti program JENESYS 2 minggu di Jepang. Negara-negara lain juga datang dengan jumlah yang sama (Thailand, Phillipines, Malaysia, India, New Zaeland), kecuali Australia (240 anak).

Untuk Indonesia, ada masa orientasi selama 3 hari untuk mempersiapkan mbilung-mbilung (red., orang gila dalam bahasa Jawa) dari seluruh Indonesia ini berangkat ke Jepang, mulai dari effective communication ampek persiapan talent show untuk di Tokyo… Ada macem-macem sesi yang diisi oleh macem-macem orang dalam waktu yang luar biasa padet…

Sebenernya seru abis c orientasinya kalo pas semuanya happy…

Aku agak sedih tiap liat wajah-wajah capeknya kakak-kakak volunteer AFS Indonesia.

Mereka nggak tidur selama tiga hari itu buat mempersiapkan kita-kita yang stress n super nyolot ini.

Ampek kayaknya ada kakak volunteer yang lumayan sengak ma kita tapi mau nggak mau karena itu tugas dia, dia jadinya ngurusin kita (aku tidak akan menyebut nama, I think all Jenesys 08 know who … is). Abisnya mukanya bete abis tiap ngliatin kita c! Senyumnya tuh kayak terpaksa! Capek ya kak???

(Iga, tenang Iga…)

Mereka marah-marah gara-gara kita gak punctual, ampek akhirnya aku ma Fajar sign up jadi koordinator yang mastiin semua anak nyampe ruang sesi tepat waktu di bawah tekanan kakak-kakak yang udah telanjur nganggep kita shock itu…

Yang lumayan heboh waktu orientasi itu persiapan talent show. Kami semua bawa nama Indonesia, belum beberapa anak rada gimana gitu sama salah satu negara tetangga kita karena berbagai bentrok u-know-what. Kami harus nampilin yang terbaik!!

Tapi apa??

60 anak, masing-masing dengan berbagai kemampuan, berbagai kemauan dan berbagai ide…

Gimana caranya nyatuin semua itu?

Waktu itu ada Jannah ma Faris yang berusaha nyatuin ide-ide temen-temen. Ide awal dari Yudha, dia jadinya ngurusin teater bareng Gading. Boris ngurusin permusikan bareng Lingga n Jimbe…maksudku Zulfi, hehehe… Ada MASajeng sama siapa itu satu orang lagi?? Nggak bisa aku ngapalin 60 nama dengan sosoknya hanya dalam 2 minggu 4 hari… jadi siapa nama-nama yang aku sebutin tadi ini? Mereka adalah anggota JENESYS ’08 dari berbagai chapter di Indonesia.

Ide kita tubruk-tubrukan, bingung ngurusinya. H-2 aja belum dapet konsep yang pasti. Sama kakak volunteernya kita nggak boleh tidur ampek bener-bener dapet konsepnya. Padahal 60 muka yang ada di situ udah mau emosi aja coz kecapekan. Aku yang alhamdulillah udah biasa begadang bareng beberapa temen laen ngumpulin balik semangat n akhirnya aku (yang udah capek gara-gara kepastian nggak dapet2) maju ke depan, ngasih kesimpulan plus alasan.

Hasil akhirnya (yang dimaenin waktu di Jakarta):

Teatrikal babak pertama diiringi instrumen Jimbe oleh Zulfi. Gading lari kebingungan di depan sambil membawa sebuah kotak di tangannya. Irama Jimbe berpacu dengan langkahnya. Ia kebingungan. Aaahh!!! Ia pun terjatuh.

Suara sinden sunda Bubuy Bulan oleh Jannah mulai menghiasi suasana mencekam itu. Dilanjutkan oleh sinden langgam Jawa oleh Novi yang membangkitkan Gading. Cerita dari lagu itu adalah tentang orang mencari ilmu. Kalau orang mencari ilmu, dia harus jejeg (red., teguh). Gading bangkit memandangi kotak yang dibawanya. Jimbe beradu lagi,,Gading menghilang…

Jimbe dipukul tiga kali lalu…

Kicir-Kicir, ini lagunya…

Dua baris penari masuk dari kiri dan kanan sampai lagu yang dinyanyikan oleh paduan suara selesai.

Setelah itu,,

Hee… Yamko Rambe Yamko… Aronawa… Kombe…

Penari lain masuk sementara penari yang sebelumnya ada kembali ke tempat darimana mereka sebelumnya masuk.

Setelah itu,,

Sayang…sayang… Sayang…sayang…

Paduan suara menyanyikan Si Patokaan dan Rasa Sayange langsung mengiringi para penari.

Setelah itu…

Tari Saman menggebrak panggung. Walau hanya satu gerakan dari sekian gerakan Saman, kekompakan yang terlihat membuatnya so cool!!

Selesai Saman, Teatrikal babak kedua : Fight!

Gading masuk, kembali kebingungan… Diiringi narasi oleh Yudha, datang dua orang laki-laki, “musuh”, mencoba merebut kotak itu dari Gading… (Ryan Foto n Ryan Magetan. Asal tau aja, Ryan Magetan dimasukin ke teater gara-gara waktu padus suaranya parah banget!! hehe… Habis itu mukanya juga meyakinkan sebagai “musuh”… :p Sorry ya Yan!). Koreografi fightingnya gak jelek deh… Hasil akhirnya kedua Ryan jatuh pingsan di samping kanan-kiri panggung n Gading lari lagi…

Langsung panggung digebrak suara Boris…

Kehormatan hanya untuk… Bumi Indonesia…

Kami nyanyikan lagu-lagu sambil membentuk formasi enam saf. Dua Ryan yang tadi pingsan langsung bangun. Penari-penari yang tadi keluar langsung nggabung. Instrumental teatrikal langsung pada ngikut (Sorry buat Bima, namamu baru Qsebutin sekarang, hehehe…).

The end deh…

You know what??

We were working for that in just 3 days!!

Advertisements

One thought on “Three Days Down To Earth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s