Hellowww…. Narita… Yokoso! Japan

(Ini ceritanya udah nyampe di Jepang, suhu 10 derajat celcius, pagi jam 7:20 am waktu Jepang tanggal 4 Desember 2008)

Speakernya mulai mengumandangkan sesuatu yang kedengaran seperti bahwa pesawat akan landing dalam 50 menit. TV mulai dinon-aktifkan (padahal masih pengen nonton) dan hiruk pikuk salat Subuh anak-anak JENESYS Indonesia dalam kabin mulai mereda. Saat mencoba memandang ke jendela, terlihat pepohonan evergreen yang tidak lazim jumlahnya mengelilingi daerah sekitar landasan. Bener-bener deh, waktu landingnya halus benjit, gak kerasa kalo roda pesawat udah nyentuh landasan.

Setelah beberapa menit taxiing, akhirnya seluruh isi pesawat pada keluar. Aku langsung pake jaket winter Tom Tailor dari sepupuku (promosi nieh, jaketnya emang bagus owg, ngangetin badan) dan begitu berada di belalai dalam perjalanan dari badan pesawat ke bandara Narita, terasa langsung kontrasnya udara dingin yang segar oleh anak-anak yang seumur hidup mereka tinggal di bawah lingkungan tropis yang lembab dan panas di Indonesia…

Langsung deh mulai ndesonya, foto-foto…

Ketakutan mulai sedikit menjalar melihat bahwa hampir tidak ada papan yang tidak bertulisan kanji Jepang sebagai penunjuk arah. Matilah mereka yang nggak bisa bahasa Inggris di sini…

Waktu masuk ke bagian imigrasi, tampaknya anak-anak dari Malaysia sudah mendarat juga, begitu pula dengan yang dari India (tahu darimana? Keliatan banget lha…). Yang Australian negara-negara lainΒ  katanya baru datang semua tanggal 5 dan menginap di hotel yang berbeda (sebelumnya sudah diberitahukan bahwa yang bakalan sehotel di Nikko Narita adalah INA, MAS n IND). Selesai antrian panjang itu, anak-anak JENESYS ngumpul per kelompok n pergi menuju pintu keluar bandara, bertemu dengan beberapa AFS volunteer Jepang yang–alhamdulillah–bisa bahasa Inggris. Temen-temen langsung pada beli kartu telepon buat telepon sanak kadang di Indonesia. 3000 Yen untuk satu jam, luar biasa. Kenapa aku nggak ngantri? Selaen karena uangku dikit, aku males liat antrian… Gampanglah ntar aku nyari internet cafe di hotel buat ngabari ibu pake e-mail… :p

Begitu keluar bandara….

Wuii…

Dinginnya sejuk segar kontras abis ma Jakarta… Tiap kali ngomong keluar asepnya, langsung pada hepi-hepi ndeso semua gitu… Ribut pada foto deket papan yang ada huruf kanjinya di trotoar jalan. Aku yang kamera digitalku rusak, ngeluarin kamera manual omku yang aku pinjem isi 36 gambar, ikutan njepret juga… πŸ˜€

Indonesia dibagi jadi dua bis, masing-masing isi 30 orang siswa n tiga guru. Kami diantar ke hotel buat naruh barang. Ternyata hotelnya deket benjit, cuma lima menit dari bandara pake bus tanpa macet.

Hotelnya nggak jelek c, lebih bagus dari Hotel Bintang dua cap Melati Bandungan punya Indonesia yang jelas, tapi buat standar internasional, hotel ini nggak bisa dibilang top. Hotel ini ternyata emang cuma semacam hotel transit yang bagus, coz aku ngliat deket kamarku ada kamar yang pintunya ada tulisannya “Garuda Indonesia”, kayaknya emang tempat transit kru Garuda Indonesia…

Pertama kita ngumpulin tiket ma letter of consignment (bilang aja kertas asuransi) ke panitianya AFS Jepang. Kita dikasih kartu medis untuk dihubungi kalo kita kenapa-kenapa selama di Jepang, handbook buatan sendiri, orientasi singkat tentang Jepang, teruz dikasih sweatshirt (bilang aja sweater) sama coat JENESYS (biar gak pada ilang).

Satu kamar isinya tiga anak, WNI semua,, alhamdulillah…

Habis ini katanya mau diajak ke Narita-san, Gunung Narita, yang punya temple di bagian atasnya. Diingetin bolehnya ambil foto cuma di luar aja, nggak boleh di dalem shrine,, OKlah…

Sebelum mendaki ke templenya, kita makan siang dulu di suatu tempat yang aku nggak tahu namanya karena papannya pake tulisan kanji… Makanannya nggak terlalu buruk… Ryan Magetan buru-buru duduk di sebelahku, takut nggak doyan makanannya jadi biar aku yang ngabisin gitu, biar nggak nyinggung perasaan (sumpah, aku di sana makannya banyak benjit, tapi gak gemuk-gemuk!). Tapi sebenernya nggak terlalu buruk. Setelah yang salat pada salat, baru deh ndaki…

Di tempat kami makan juga ada yang jualan suvenir… tapi harganya mahal abis, gila,, aku cuma beli satu gantungan kunci… :p

Nothing special actually,,

Di sananya juga lagi dibangun…

Kita sebelum masuk harus cuci tangan n kumur pake air gunung…

Aku sempet foto-foto n beli lucky charm di sana

Warna putih : menghindari bad luck

Warna merah : menemukan cinta sejati

Warna hijau : biar kalo ujian nilainya bagus

bentuk duit yang ada bolongannya : biar uang terus masuk ke dompetmu

Aku cuma beli yang warna putih, sebelumnya aku nggak tahu itu buat apa, ternyata itu yang netral. Harganya satu 500 Yen c, gak sebanding dengan peluang keberhasilannya :p

Truz kita jalan-jalan ke banyak tempat di sekitar situ. Ternyata di lereng gunung viewnya bagus banget, sayang nggak kufoto coz kameraku mendadak rusak, shutternya nggak fungsi (jangan2 gara2 shock udara dingin?)

Habis itu pulang deh,,, ke hotel,,,

What’ll we get tomorrow?

Bagasi udah disuruh ngumpulin lagi nieh, katanya mau dikirim gitu…

Advertisements

One thought on “Hellowww…. Narita… Yokoso! Japan

  1. nyumpahin orang gak bisa bahasa JEpang mati di Narita!! Kejam.! πŸ˜› ntar kasian orang Jepangnya dunk… dah gak cukup lahan, malah dipake buat kuburan lagie, πŸ˜€

    btw, kenapa gak beli jimat yang merah Ga..?
    Kyaknya bakal lebih bermanfaat deh, plus mecahin masalah kamu selama ini, πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s