Divide and Conquer

Sebenernya udah mulai lupa dikit-dikit c tentang apa yang terjadi selama aku di Jepang. Yah, aku nggak inget dengan tepat lah, gak tahu kena mantra apa. Mungkin mantra yang menyerang anak yang udah lama nggak masuk sekolah 😉

Setelah mapan di Narita, anak-anak Indonesia, Malaysia dan India dibawa ke suatu tempat (duh, kayak apa aja) yang aku nggak inget namanya, tapi aku inget itu hall yang besar banget. Di sana seluruh peserta JENESYS 2008 dateng, yang Australia juga udah dateng, keliatan banget bule-bule pucat itu di antara muka-muka Asia, hwakakak. Cuma Thailand aja yang belum nampak, coz bandara mereka masih diblokir.

Di sana semuanya dikasih sedikit orientasi tentang Jepang, tentang gimana cara nyapa orang, beberapa sapaan Jepang, caranya make toilet standar Japanese style (yang sangat menyebalkan. Katanya model kayak gitu buat preventing your metabolism remnant jatuh ke tempat yang tepat ;(… Penasaran? cari di internet aja deh,,), cara bergaul ma orang Jepang, cara memperlakukan informasi yang didapat selama di Jepang, dan lain-lain…

Habis orientasi itu, anak-anak dari berbagai negara mulai di-split, dipisah ke kelompok-kelompok kecil dari A sampai kayaknya S atau T gitu, untuk mengantisipasi konsolidasi, terorisme, dan melemahkan kekuatan mereka!! (lebay abis, kebanyakan dicekokin anime perang ma Kak Agi)

Yah, AFS kan tujuannya untuk mendapatkan pengertian sesama (di akhir cerita, akan ada beberapa orang yang mendapatkan lebih banyak pengertian, hehe…) jadinya masing-masing negara di-split, dicampur dengan negara lain agar berintegrasi dan berinteraksi…

Kemarin waktu di Narita, aku dibagi nametag warna merah, yang kebagian Homestay Chapter di Ohotsuku atau Kitami (Okhotsuku, adalah cara orang Jepang ngomongin daerah pesisir Sea of Okhotsk, lautnya Rusia) dan masuk bus A. GuideQ di sana ada dua volunteer student AFS Japan, dua-duanya cewek, kayaknya mahasiswa. Namanya Marie-san n Chika-san. Dua-duanya manis banget! Emang kebanyakan cewek Jepang lebay, tapi lebaynya lebay cute! ;p Truz ada dua guide yang lebih tua, Naho-san n Kiwasaki-san (Kiwasaki-san itu nama keluarganya, aku lupa nama panggilannya), dua orang cewek ini udah kerja. Yang mendominasi itu Kiwasaki-san. Di dalem bisku, harusnya kebagi jadi 3 unit : anak-anak yang ke Chapter Ohotsuku, yang ke Chapter Obihiro, n Chapter Asahikawa, semuanya di prefektur Hokkaido. Masing-masing unit harusnya dipimpin satu guru. Tapi karena salah satu guru yang harusnya ada di grupku orang Thailand n dia belum dateng, jadinya kebagi jadi dua unit. Yang sama Mr. Bruce n yang sama Mrs. Nirmala.

Mr. Bruce itu guru berkewarganegaraan Australia. Anaknya cowok ikut JENESYS juga, ada di grup lain. Dia tuh sama anak-anak JENESYS dipanggil kalo nggak “Santa Klaus” ya “Kolonel Sanders”. Habisnya orangnya tinggi besar dengan rambut, kumis, dan jenggot putih di seluruh wajahnya :p Orangnya juga disiplin abis n galak sama yang suka berisik di belakang bis (emm… siapa ya…). Apa aja yang dia bilang, jawab aja, “Sir, Yes Sir!”

Mrs Nirmala jadi guru unitku, dia India-Malaysia. Orangnya sedikit kelewat formal-norak kalo temenku Australia bilang. Dia berusaha ngomong bahasa Jepang tapi proununce atau grammar-nya nggak pernah bener. Bukan guru favorit lah… ;p

Di bus, yang pertama Qkenal jelas orang Indonesia. Ada dua orang yang bareng aku : Boris ma Visi. Truz aku pertama kenal ma dua orang cowok Australia yang duduk di belakang bis, C.J. ma Louis. Waktu di perjalanan aku juga kenal Kaitlyn sama Caragh yang asalnya dari New Zaeland. Sejauh ini yang paling ramah ya si Caragh itu…

Hari itu isinya journey doank. Kami terbang ke Hiroshima dulu, tapi ke penginepannya, belum ke mana-mana. Ke sana-nya naik pesawat dari Haneda Airport, salah satu bandara di Tokyo. Bandaranya keren abis konstruksinya. Di situlah aku berpisah lagi dengan pisau swiss kesayanganQ…

Penerbangannya katanya ditunda sejam karena cuaca buruk. Tapi dari harusnya jam lima sore malah jadi jam tujuh. Gara-gara itu, ANA airlines ngasih kompensasi diskon 1000 Yen buat belanja di tokonya. Langsung deh beli kamera instan.

Setelah makan lunch box-nya (akhirnya… ayam!!) nunggu lagi satu jam. Bareng ma Kevin yang lagi ngemil aja n nggak pernah nolak kalo dikasih makanan… Bahkan snackQ yang sisa tiga hari lalu di travel dia makan n dia alhamdulillah masih sehat wal afiat…

Waktu akhirnya nyampe Hiroshima, snow falling for the first time in my agenda in Japan. Tapi saljunya masih campur hujan, belum murni kristal gitu. Suhunya persis 0 derajat.

Habis itu, drive to the hotel. n tidur!!

Advertisements

2 thoughts on “Divide and Conquer

  1. krystelle(phil)

    hi!just wanna ask, is this Iga?.I hope I’m right.I wasn’t able to get your email ad before separating.tc.keep in touch.happy new year by the way.:)

  2. Japanese style toilet..? ternyata gak cuma Indo yang punya style ndiri. Orang Jepang juga punya yaak! 😀

    Hiee..? Aq g pernah nyekokin anime!! Wong kamu yang minta!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s