Hole… in the City

Hari ini (kapan ya?) adalah study tour ke Hiroshima Peace Memorial Park. Mereka nunjukin sisa-sisa bom atom yang dijatuhin di sini n di Nagasaki tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 yang lalu.

Waktu itu, salju turun bener-bener untuk pertama kalinya dalam agenda kami! Titik-titik kecil warna putih berjatuhan dari langit… Yuki wa shiro,, nyappi ne? :p

Tapi ngrepotin juga, waktu ada angin n kita jalan ngelawan arah angin, saljunya berhembus, masuk mulut kalo pas lagi ngomong! Bheh…

Di sana kita liat Bomb Dome, bangunan gede satu-satunya yang survive waktu kena bom nuklir. Tinggal kerangka dome-nya gitu, tampak menatap sedih, diliputi turunnya salju… (sayang aku nggak tahu caranya masukin lagu ke postingan, biar bikin tambah dramatis, hehe…)

“Ga, fotoin dong!!”

Heh, Rian Foto, ngrusak suasana banget deh…

(Rian Foto tuh julukan yang diberikan pada karakter ini karena tiap kali ada session foto, gak peduli siapa asal dia kenal orangnya, dia minta tolong difotoin atau ikut nampang di kamera orang)

Habis itu kita jalan-jalan di park-nya. Di sana ada gong gede, tempat make a wish for peace. Ada tulisan aneh keukir di situ, orang Jepangnya aja ngerti. Bukan kanji, bukan hiragana, bukan katakana, huruf Mandarin juga bukan, hmm…

Habis dari gong, kita ke heading ke patungnya Sasaki Sadako. Dia adalah seorang gadis kecil korban bom atom yang desperately bikin paper crane (origami burung bangau) ampek 1000 biar harapannya sembuh terkabul. Ukuran kertasnya makin kecil seiring dengan harapannya hidup. Ada yang dia buat dari kertas ukuran 10×10 mm, dengan bantuan lidi. Aku aja yang pake kertas origami gede nggak bisa buat yang rapi, dia pake kertas sekecil itu bisa bikin rapi banget!

Dari Sadako, lanjut ke monumen gede yang aku lupa namanya (parah banget). Bentuknya kayak pelana. Di dalemnya ada batu yang ada tulisannya nama-nama korban nuklir Hiroshima.

Habis itu, lanjut ke museumnya!

Bagian pertama, isinya sejarah Hiroshima sebelum bom. Gak mudeng deh, gak penting. Di sana ada videonya macem-macem. Di setiap kuadran lokasi museum ada mesin yang isinya teks penjelasan dari gambar-gambar yang ada dalam berbagai bahasa. Ada India, Rusia, bahasa Indonesia juga ada! Intan ma Rian d’Massiv sok-sokan gitu baca huruf India yang gak keruan itu pake bahasa Jawa banter benjit. Diliatin orang-orang yang pada gumun. Hwaa… gak kenal, gak kenal…. “Ing, salah sawijining dina, ana bocah lanang…”

Macem-macem display barang di kotak kaca selain dilengkapi dengan huruf kanji gak karuan itu untungnya juga dilengkapi dengan bahasa Inggris, jadinya mandan ngerti lah… Display yang cuma pake bahasa Jepang, lewat!

Lanjut lagi, the bomb.

Ada poster besar dengan gambar jam, dengan tulisan detail waktu dijatuhkannya bom.

Bertahun-tahun aku belajar sejarahnya, aku baru tahu apa yang ada di balik kemerdekaan Indonesia…

Bom nuklir itu dijatuhkan, tidak meledak di tanah melainkan 200 meter dari permukaan tanah. Radiasinya menyebar dalam radius cukup besar (mirip FLEIA, kalo yang nonton Code Geass :D), makanya Bomb Dome yang tadi dilewatin nggak langsung musnah runtuh karena ledakan sifatnya menyerang dari samping dome, gak dari atas dome vertikal langsung. Segala sesuatu yang kena radiasi itu hancur nggak bersisa. Temperatur panas yang dihasilkan cukup untuk melelehkan besi sehingga orang-orang yang waktu itu nggak tahu apa-apa selain cahaya besar turun dari langit langsung meleleh lenyap ampek molekul-molekulnya…

Yah, masih mending mereka yang langsung mati…

Yang menderita dulu? Ada gambarnya orang itu baru meleleh tangannya sebagian, atau kakinya, atau wajahnya, gak peduli anak-anak, remaja, orang tua, semuanya kayak gitu. Mereka masih hidup dalam keadaan meleleh kayak gitu beberapa menit setelah ledakan!!

Astagfirullah…

Ada foto asap besar seperti jamur dilihat dari berbagai sudut (heran, sempet ya motret?).

Orang-orang yang udah berlindung kan balik lagi ke lokasi, nyariin harta benda mereka yang mungkin masih tersisa atau kerabat mereka. Mereka yang nggak tahu itu langsung kena sisa-sisa radiasi lah…

Di salah satu bagian museum juga dijelasin dampak fisis, dan biologis dari situasi kayak gitu. Intinya sisi sainsnya lah.

Radiasi itu ngrusak kromosom dan ngubah ekspresi gen seseorang. Dampaknya beda-beda bagi tiap orang. Pertamanya aku mikir bakalan jadi kayak X-Men gitu, tapi ternyata nggak (ya iyalah nggak!). Hasil radiasinya merusak. Ada yang sakit aneh-aneh terus habis itu nggak bisa bertahan lagi. Ada yang keliatan sehat wal ‘afiat, tapi ternyata bertahun-tahun berikutnya mati gara-gara kanker macem-macem. Gawat deh pokoknya.

Ada cerita tentang ibu yang nyariin anaknya yang masih SMP, tapi cuma nemuin sandalnya, cuma yang sebelah kiri lagi. Ibunya tahu itu punya anaknya karena ada bekas telapak kaki dan besetan2 lain yang familier di sandal yang cuma sebelah itu.

Waktu evakuasi, ditemukan kotak obento (lunch box) anak sekolahan. Ada namanya, aku lupa itu punya siapa, yang jelas anak SD. Kotaknya masih ada isinya, hangus, dalam keadaan kebuka, belum sempet dimakan…

Terus ada seorang ibu yang nyoba nyisir rambut anaknya. Waktu nyisir, tiba-tiba rambutnya lepas semua (serem banget). Itu juga efek radiasi… ada sesuatu yang kayak nglonggarin tempat rambut tumbuh.

Yang ceritanya Sasaki Sadako, ternyata lebih sedih dari bayanganku.

Dia ditemukan kena kanker sebagai hasil dari radiasi, tapi belum dikasih tahu apa. Nggak ada yang mau ngasih tahu dia. Staf medis cuma bilang, dia bakal sembuh n baik-baik aja (ada buku catatan medis Sadako disimpen di museum itu juga. Pengen baca tapi nggak mudeng!), tapi Sadako tahu ada yang nggak beres. Dia nguping n cuma tahu kata “sel darah putih”. Sadako kena leukimia. Dia nggak tahu itu penyakit kayak apa, tapi dari nada sedih dokter-dokternya, dia tahu seberapa besar harapan dia sembuh. Sadako tetep aja bikin paper crane (bahkan ada yang dia buat dari kertas ukuran 5×5 mm! Anak itu sudah gila…) sampai akhirnya dia meninggal dengan tenang.

Tragis banget ternyata nuklir di Hiroshima…

Habis itu,,,

Emm…

Yang happy-happy di posting laen aja deh…

Advertisements

One thought on “Hole… in the City

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s