OSK : Sebuah Langkah Menuju OSN

Bener kan?

Hehehe…

Seleksi tingkat kota/kabupaten calon peserta International Biology Olympiad (IBO) 2010 diselenggarakan hari Rabu tanggal 15 April 2009 kemarin. Untuk Kota Semarang, seleksi diadakan di gedung sekolah SMA N 5 Semarang, tetangga dekat SMA N 3 Semarang, yaitu sekolahku.

Persiapaan anak SmaGa cukup gila. Karena Kepsek yang niat (baca : ambisius), dua angkatan kelas Olimpiade dikarantina selama kurang lebih 2-3 minggu sebelum H-day. Otomatis dua angkatan kelas Olimpiade (X dan XI) tidak ikut pelajaran sekolah. Beberapa anak kelas reguler yang berminat dan direkomendasikan guru pun juga ikut dikarantina bila pelajarannya pas guru yang bisa dimintai izin. Guru-guru mapel non-olimpiade dan non-pengurus-kelas-12 alhasil pada nganggur.

Tetapi…

Sebenarnya semua tidak benar-benar belajar. Biasanya dosen yang dipanggilkan untuk karantina hanya bisa mengisi sampai jam 10 pagi sehingga sisa hari sampai jam setengah dua siang adalah BEBAS!! Yang bener-bener niat bakalan belajar sendiri. Yang kagak…

Yah, taulah spirit anak SMA kayak gimana…

Yang Biologi, isinya anak-anak alim, pada belajar pelajaran lain, atau ada yang niat banget baca buku materi TOBI, ada yang berusaha baca Campbell. Kadang ada yang malah main komputer di kelas.

Yang Kimia… niat banget lha… apalagi yang Astronomi, niatnya nglebihi mapel laen. Dosennya asyik juga sih.

Yang Matematika pada nonton Bleach pake LCD di kelas XI-Olimpiade. Macam layar tancep lah…

Yang Komputer pada maen Counter Strike (CS) di lab komputer lantai dua. Biasanya anak-anak cowok mapel lain (Fisika, Geo, Mat) pada ikutan juga. Gurunya padahal masih ada, ternyata dia ndaftar yang pada billing, Rp3000,00 per jam, malah ikutan maen. Semua komputer yang ada di lab itu diinstalin CS semua. Hwalah…

Yang Kebumian pada di perpustakaan… Ngapain? Ngenet! Ada hotspoy sekarang di perpustakaan SmaGa. Gawat deh…

Yang Ekonomi pada di Ruang Sidang. Diawasi oleh “ibu”nya. Kalo pas si “ibu” lagi sibuk, ngapain? Kantin bisa, koperasi bisa, ada yang niat belajar juga tapi, ada yang nggosip.

Yang Fisika? Udah nyebar ke mana-mana deh…

Kemudian, saat H-day, kontingen Smaga dikumpulkan memenuhi satu kanopi Gedung Tua, seratus orang nyampek lah. Setelah dikata-katai oleh Pak Djono, sang kepsek, dimulailah long march ke sekolah tetangga.

Nyolot benjit lha…

Peserta sebanyak itu memenuhi gedung sekolah SMAN 5 Semarang. Sekolah lain saja pesertanya tidak sebanyak itu.

Kelas XI Olimpiade ada 29 orang, (Aldila diitung Olimp!)

Kelas X Olimpiade ada 30 orang,

Kelas reguler yang mosi per angkatan anggep aja ada 10 orang tambahan ikut per mapel.

Wew, banyak banget!

Ada tiga personil kelas Olimpiade yang tidak ikut yaitu Kevin Mandira Limanta, Sindhu Nugroho Mukti dan aku. Sindhu dan Kevin karena waktu OSN sudah dapat medali sehingga bisa langsung masuk ke seleksi tingkat provinsi. Aku karena alhamdulillah bisa diundang langsung ke OSN sebagai 12 besar peserta pelatnas tahap dua. Jadinya siapapun yang lolos nanti, peserta dari SMAN 3 Semarang bisa lebih banyak. 😀

Yah, begitulah…

Advertisements

One thought on “OSK : Sebuah Langkah Menuju OSN

  1. Wiih, kakak serius ngga ada pembatasan.?
    Rasanya teman-temanku di banyak daerah tahun ini ada pembatasan dari panitia penyelenggara diknas.
    However good luck ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s